HP Journalist Workshop Melangkah ke Masa Depan

Bagaimana tren teknologi informasi di masa mendatang dan bagaimana pula tren Web 2.0 di Indonesia? Seperti apa produk data warehouse terbaru keluaran KP? Mengapa harga tinta original HP tidak bisa murah? Temukan semua jawabannya dalam ulasan ini.

Hewlett Packard (HP) sebagai pemain besar Teknologi Informasi (Tl) di Indonesia secara rutin melakukan update informasi kepada para jurnalis dari berbagai media. Informasi yang di-share ini tidak melulu informasi produk-produk HP. Tren teknologi informasi saat ini dan masa depan pun kerap mereka paparkan. Salah
satu acara yang selalu dilaksanakan tiap tahunnya adalah Journalist Workshop. Untuk tahun 2007, HP Indonesia memilih pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai tempat berlangsungnya workshop khusus untuk para jurnalis ini. Bertempat di Hotel Sheraton Senggigi Lombok, HP Indonesia berbagi informasi tentang tren dunia Tl dan teknologi/produk baru HP. Berikut rangkuman beberapa materi yang disampaikan pada workshop tersebut.

Cara pandang baru Tl

Saat ini sebagian besar industri menggunakan Tl sebagai penunjang bisnisnya. Perusahaan dengan tiga karyawan sekali pun bisa disebut telah menggunakan Tl bila terdapat sebuah PC sebagai alat operasional perusahaan tersebut. Untuk perusahaan besar, mereka bisa dikatakan tak akan bisa bersaing bila tidak memanfaatkan kemajuan teknologi Tl.

Atas dasar inilah di masa depan cara pandang teknologi informasi di dalam bisnis akan berubah. Tl tidak dianggap lagi sebagai pendukung bisnis semata, melainkan sebagai kekuatan utama keberhasilan bisnis sua-tu perusahaan.

Tl masa depan akan menjadi faktor penting yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, mendorong inisiatif bisnis, dan mengoptimalkan infrastruktur serta layanan bisnis. Pengukuran keberhasilan penerapan Tl juga tak lagi berdasarkan pada kecepatan pengembangan investasi, tetapi pada kinerja bisnis secara keseluruhan. “Ramalan” di atas dikemuka-kan oleh Jurius, Marketing Director Technology Solution Croup, HP Indonesia di segmen pertama workshop ini.

“HP sebagai salah satu penyedia solusi teknologi informasi tentu tidak tinggal diam dalam mengantisipasi perubahan cara pandang Tl tersebut dengan cara melakukan terobosan-terobosan baru di bidang teknologi demi mendukung produktivitas dan bisnis,” papar Jurius.

Neoview

Pada segmen kedua, giliran Steve Illingworth, NeoView BIO Senior Manager HP, memberikan penjelasan tentang produk terbaru milik HP, Neoview. Neoview merupakan sebuah platform data warehouseyangdiklaim mampu mengelola data yang sangat besar sekalipun dan mampu beroperasi tanpa downtime. Tidak seperti solusi warehouse lainnya, Neoview yangtelah diluncurkan bulan April 2007 yang lalu ini mengintegrasikan hardware, software, dan services dalam satu platform. Oracle contohnya termasuk yang hanya menawarkan solusi software dan service ke para penggunanya. Menurut Steve, Neoview lahir karena adanya kebutuhan internal HP yang ingin mempunyai satu platform tunggal dalam menangani lautan data yang mereka miliki. Sebelum Neoview ada, di HP sendiri menggunakan banyak jenis database seperti SQL, Oracle, dan Access. Setelah dirasa cukup sukses menangani masalah internal, HP meluncurkan produk ini ke pasar. Sejumlah perusahaan telah memilih Neoview, seperti Wal Mart, Rabo Bank (Belanda), dan Bank of Baroda (India). Di Indonesia, sebuah perusahaan telekomunikasi besar akan segera menggunakan Neoview sebagai platform data warehouse mereka.

Web 2.0

Belakangan ini, Anda tentu sering mendengar atau membaca tentang Web 2.0. Apakah Web 2.0 ini sebenarnya? Web 2.0 secara umum dapat dijelaskan sebagai peralihan informasi yang tersaji di Internet yang sebelumnya statik/pasif menjadi interaktif. Contoh gampang dari Web 2.0 adalah blog yang memang baik pemilik maupun pengunjung atau pembaca dapat saling berkomunikasi.

Bagaimana penerapan Web 2.0 di Indonesia? Menurut Maswigrantoro, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Web 2.0 di Indonesia baru pada tahap perkenalan. Beberapa pemilik website telah berusaha menjadikan websitenya ber-Web 2.0. Web 2.0 di Indonesia akan lebih berkembang di suatu komunitas dibandingkan di sektor korporat karena perusahaan-perusahaan di Indonesia dinilai belum siap membagi informasi yang mereka miliki dan belum siap d i kriti k/di kom-plain secara terbuka.

Berikut beberapa website Indonesia yang telah berplatform Web 2.0. akucintasekolah. com, layartancap.com, sendokgarpu.com, dan tentu saja website majalah kesayangan Anda ini, CHIP Online.

Tinta asli dan aspal

Berdasarkan pengamatan HP, sebagian besar pembeli catridge tinta di seluruh wilayah Asia Pasifik tak peduli dengan kualitas dan efisiensi. Mereka lebih memilih produk isi ulang atau daur ulang yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan yang original. Hal ini diungkapkan oleh Mariana Kasim, Marketing Director Imaging Printing dan Personal Systems Croup HP Indonesia. Padahal, hasil penelitian lembaga riset independen, TUV SUD PSB menunjukkan bahwa printer (HP Inkjet) yang menggunakan tinta original mampu menghasilkan cetakan dua kali lebih banyak dibandingkan catridge isi ulang.

Dari fakta di atas, timbul pertanyaan mengapa produsen printer (khususnya HP) tidak bisa menawarkan tinta dengan harga yang murah? Pertanyaan ini dijawab oleh Neel Pillai, Regional Market Manager Supplies Imaging and Printing Group HP Asia Pacific, dengan menyebutkan bahwa investasi terbesar industri printer memang bukan di printer-nya, melainkan di tintanya. Neel menambahkan, “Sekitar 70 persen teknologi printer itu justru di tintanya, bukan di printer-nya”.