Masuki Pasar Superphone dengan Sentuhan Khusus

Lewat momen Xperia Z, Sony Mobile menghadirkan sosok superphone yang tak hanya canggih, melainkan juga tangguh dengan sentuhan outdoor.

Pada I November 2019 lalu, lembaga riset IDC merilis hasil penelitian tentang pangsa pasar sistem operasi smartphone per kuartal ketiga 2019, dan hasilnya secara telak menyebut Android berada di posisi terdepan dengan meraih 75%, meningkat drastis dibanding periode yang sama pada tahun 2011, yakni 57,5%. Kini industri ponsel dunia secara masif disemarakkan dengan hadirnya ratusan vendor yang mengusung Android dalam beragam segmen.

Saking banyaknya taburan ponsel Android di pasar, pada akhirnya berdampak pada respon konsumen yang cenderung ‘datar’ melihat fitur dan fasilitas yang ditawarkan oleh ponsel Android. Menyadari hal tersebut, vendor Android papan atas umumnya bersaing cukup keras untuk menghadirkan ragam inovasi terbaik, memberi sentuhan yang membedakan meski platform yang diusung jenisnya serupa. Inilah yang ditangkap secara jeli oleh Sony Mobile Communications. Setelah memutuskan untuk berpisah dari Ericsson pada Oktober 2011, disepanjang 2019 terlihat Sony begitu menggebu menggarap pasar smartphone Android, dan 30 tipe telah diperkenalkan secara global di tahun lalu.

Dengan bekal pengamalan multimedia yang kaya dari Sony Corporation, tak sulit bagi Sony Mobile menghantarkan produk berkualitas tinggi ke pasar. Dan menjawab tuntutan pasar akan smartphone dengan kualifikasi tinggi, Sony pun kini telah masuk ke kelompok vendor pengusung ‘superphone.’ Dalam ajang Sony Mobile Communications Regional Media Event 2013 yang berlangsung di Red Dot Design Museum, Singapura 15 Januari lalu, Sony Mobile resmi memperkenalkan seri Xperia Z dan Xperia ZL ke pasar Asia Tenggara. Sebelumnya kedua super phone ini ditampilkan perdana dalam ajang CES (Consumer Electronic Show) yang berlangsung di Las Vegas, AS pada awal Januari 2013.

Hingga kini belum ada pakem yang jelas tentang definis superphone, namum beberapa praktisi menyebut ponsel dengan prosesor quad core dan kamera beresolusi diatas 10 megapixels sudah layak menyandang gelar superphone. Xperia Z dan Xperia ZL sudah melampui standar tersebut, kedua superphone punya spesifikasi dasar yang serupa, yakni prosesor quad core 1.5 Ghz Qualcomm MDM92I5M/APQ8064, OS Android Jelly Bean, GPU Adreno 320, kamera 13 megapixels, fast capture, NFC (near field communications), layar 5 inchi TFT 16 juta warna, lapisan kaca anti gores, dan sokongan teknologi Sony Mobile BRAVIA engine.

Namun dari segi dimensi, Xperia Z sedikit lebih besar dan punya ‘kebisaan’ yang cukup spektakuler di segmen superphone. Meski Sony Mobile bukan vendor yang pertama merilis superphone, tapi Sony Mobile menjadi vendor pertama yang meluncurkan superphone dengan kemampuan outdoor. Xperia Z telah dibekali standar IP55 dan IP57 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air, bahkan dalam promonya Xperia Z sanggup diajak menyelam sedalam I meter dalam waktu 30 menit. “Tentu ide rancangan Xperia Z bukan untuk penggunaan di dalam air, tapi ketahanannya dapat memberikan fleksibiltas tinggi dalam penggunaan ponsel, kesan sebelumnya bahwa smartphone/ superphone adalah ringkih telah berhasil kami singkirkan dengan hadirnya Xperia Z,” ujar Matthew Lang, VP and Head SEA & Oceania Custumer Unit Sony Mobile.

BRING THE EXPERIENCE

Kekayaan dalam ekosistem aplikasi menjadi elemen penting dalam menawatkan gadget canggih ke pasar. Untuk yang satu ini Sony Mobile punya portofolio yang terbilang lengkap, mendapat transformasi di era Sony Ericsson serta dukungan pengalaman panjang produk Sony Corporation membuat pengalaman yang dihadirkan di Xperia Z dan Xperia ZL terasa amat lengkap. Seperti dalam Regional Media Event ditampilkan demo Walkman App dengan seamless ke Facebook, lalu ada demo share konten via NFC, serta unjuk kebolehan dalam konektivitas serta visual reality display Full HD.

Menurut informasi Xperia Z akan menjadi flagship produk Sony Mobile di sepanjang tahun ini. Dalam rilis disebutkan Xperia Z dan ZL akan diluncurkan secara bersama pada kuartal pertama tahun ini di wilayah Asia Tenggara. Namun karena beberapa alasan, peluncuran Xperia Z dan ZL di Indonesia baru dijadwalkan pada awal kuartal kedua 2013. Sayangnya untuk harga, pihak Sony Mobile belum bisa memastikan lebih jauh, “Untuk harga Xperia Z yang jelas diatas Rp4 juta, sedangkan Xperia ZL bakal sedikit lebih murah,” kata Ika Paramita, Marketing Manager Sony Mobile Indonesia.

Meski tak dapat menjelaskan secara detail, Market Head SEA Markets Sony Mobile Ola Lilja Molen mengatakan, tidak menutup kemungkinan bagi Sony untuk menggunakan platform sistem operasi lain di luar Android. “Saat ini kami melihat Android adalah OS terkuat, tapi kami punya tim riset yang terus menerus melakukan pengembangan serta adaptasi pada sistem, segala kemungkinan di masa depan bisa saja dilakukan,” ujar Ola yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Sales od Sony Ericsson Nordics. S