Depkominfo Siap Blokir Website Porno

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi, mulai menutup akses ke website-website yang mengandung konten pornografi. Tindakan yang memunculkan polemik ini dilakukan mulai April ini. Pemblokiran ini terkait dengan mulai diberlakukannya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam UU ITE yang baru disahkan oleh DPR ini tentu tidak saja konten pornografi yang akan diblokir. Konten lain seperti yang mengandung SARA, perjudian, dan penghinaan akan diblokir oleh pemerintah. Ancaman denda hingga 12 milyar rupiah atau penjara 12 tahun menanti siapa saja yang dianggap dengan sengaja mendistribusikan informasi yang melanggar kesusilaan.

Pemerintah Indonesia meningkatkan perjuangan mereka yang lama namun akhirnya sia-sia terhadap pornografi internet ketika mereka bertujuan untuk menargetkan enabler dari masalah yang seharusnya: mesin pencari.

Pada hari Jumat, Kementerian TI Indonesia (Kominfo) mengumumkan bahwa ISP memiliki waktu hingga besok (7 Agustus) bagi ISP lokal untuk membatasi konten pornografi yang dapat muncul di mesin pencari. Artinya, pada dasarnya, mesin pencari seperti Google akan mengaktifkan SafeSearch mereka secara default oleh ISP, mencegah video dan gambar nakal muncul dalam pencarian apa pun.

“Kami berperang dengan konten pornografi di internet, terutama di mesin pencari,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informasi Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan kepada Detik.

Sampai pagi ini, banyak netizen telah mengkonfirmasi bahwa, dengan menggunakan satu ISP tertentu, porno tidak lagi dapat ditelusuri di Google dan SafeSearch tidak dapat dimatikan. Kami juga menemukan ini menjadi kasus untuk ISP tersebut, tetapi itu dapat dengan cepat berubah pada akhir hari ini karena ISP lain diharapkan untuk menerapkan larangan pencarian pornografi.
Info: www.depkominfo.go.id